Profil Sejarah Yayasan
Yayasan Pendidikan Islam Tembalang (YPI Tembalang) yang saat ini
mengelola KB/TK Islam Pangeran Diponegoro, SD Islam Pangeran Diponegoro dan
SMPIT Tahfizhul Quran Pengeran Diponegoro adalah sebuah Yayasan yang bergerak
di bidang sosial, kemanusiaan dan keagamaan yang fokus pada penyelenggaraan
pendidikan, didirikan tanggal 16 Ramadhan 1434 H, bertepatan dengan tanggal 25
Juni 2013 M dengan Akta Nomor 48 Notaris Edy Priyono Sarjana Hukum.
Keberadaan Yayasan Pendidikan Islam Tembalang tidak dapat dilepaskan
dari: 1) Dewan Dakwah Islamiah Indonesia (didirikan tanggal 26 Februari 1967
oleh DR. Mohammad Natsir (Wafat 6 Februari 1993) dan kawan-kawan; 2) Yayasan
Pangeran Diponegoro yang didirikan tahun 1983 (diketuai oleh Haji Mohammad
Mawardi Muzammil, SH., MM); dan 3) Yayasan Sultan Trenggono yang didirikan
tanggal 11 September 1986 (diketuai oleh Dr. dr. Muhammad Rofiq Anwar, DSPA.
Pada tahun 1984 DR. Mohammad Natsir, selaku Ketua Dewan Da’wah Islamiyah
Indonesia Pusat waktu itu, memberi kuasa kepada Pengurus Yayasan Pangeran
Diponegoro untuk menangani pembangunan Masjid Pangeran Diponegoro di Kecamatan
Tembalang (termasuk mengurus legalisasi tanah wakaf untuk masjid tersebut dan
perijinan serta hal-hal lain yang terkait dengan pembangunan masjid Pengeran
Diponegoro). Sedangkan kepada Dr. dr. Muhammad Rofiq Anwar, DSPA. Mohammad
Natsir memberi amanah dan kuasa sebagai Nadzir Wakaf tanah masjid atas nama
Dewan Da’wah.
Adapun Yayasan Sultan Trenggono adalah sebuah yayasan sosial kemanusiaan
dengan kegiatan utamanya menyelenggarakan pendidikan. Salah satu pendirinya
adalah Ir. Ahmad Mas’oed Luthfi – (yang kemudian diberi amanah oleh Dr.
Mohammad Natsir sebagai ketua Pembina Yayasan dan keberadaannya dalam yayasan
tersebut adalah mewakili/untuk dan atas nama Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia).
Dalam kepengurusan Yayasan tersebut Ir. A.M. Luthfi didampingi oleh Ahmad Watik
Pratiknya, Ir. Muji Laksono, Muhammad Daud Ali, SH., Prof. Ahmad Sadzali, Ir.
Djoko Wibowo Sanidyo, dan Drs. Sugiharto. Adapun Ketua Pengurus Yayasan Sultan
Trenggono diamanahkan kepada Dr. dr. Muhammad Rofiq Anwar, DSPA.
Tetapi sampai tahun 2012 Yayasan Sultan Trenggono tidak menyesuaikan
Anggaran Dasarnya dengan ketentuan Undang- Undang Yayasan Nomor 16 Tahun 2001
dan Undang Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan Undang-Undang sehingga
sesuai ketentuan Undang-Undang tersebut Yayasan Sultan Trenggono tidak memiliki
kedudukan hukum yang syah. Untuk melanjutkan kegiatan Yayasan Sultan Trenggono
maka Dewan Da’wah Islamiah Indonesia menginisiasi pendirian Yayasan Pendidikan
Islam Tembalang (YPI Tembalang, tanggal 16 Ramadhan 1434 H bertepatan tanggal
25 Juli 2013 M) sebagai solusi. Sebagai Ketua Pembinanya langsung dipimpin oleh
Prof. Dr. H. A.M. Saefuddin (yang saat itu juga berkedudukan sebagai Ketua
Pembina Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Pusat) didampingi oleh H. Anwar Saleh,
Drs. H. Mas’adi Sulthani, MA., H. Abdul Wahid Alwi, MA., Drs. H. Amril Syaifa
Yasin, MA.. Dr. H. Adian Husaini, MA, dan H.M. Mawardi Muzamil, SH.
Masing-masing sebagai anggota Pembina, dan sebagai Ketua Pengurus diamanahkan
kepada Dr. Eng. Ahmad Widodo, MT.
Perlu dicatat bahwa inisiatif Dewan Da’wah dalam mendirikan YPI
Tembalang tersebut bukan hanya untuk menjaga keberlangsungan penyelenggaraan
sekolah-sekolah yang didirikan oleh Yayasan Pangeran Diponegoro dan Yayasan
Sultan Trenggono, tetapi juga memberikan kewenangan kepada Yayasan Pangeran
Diponegoro dan Yayasan Sultan Trenggono untuk menggunakan Tanah Wakaf yang
dinadziri oleh Dewan Da’wah seluas 1.972 M² yang berlokasi di Jalan Jatimulyo,
Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang untuk digunakan
sebagai gedung sekolah KB/TK dan SD Pangeran Diponegoro (bangunan Gedung A).
Kepengurusan Dr. Eng. Ahmad Widodo, MT. berlangsung 2 (dua) periode,
yaitu: periode Juli 2013- Juli 2018 dan periode Juli 2018- Juli 2023 yang
kemudian sejak Juli 2023 dilanjutkan oleh Drs. Avid Solihin, MM hingga
sekarang.
Sebagai bentuk hubungan nyata YPI Tembalang dengan Dewan Da’wah sejak
awal pendirian YPI Tembalang, selain diberinya wewenang penggunaan tanah Wakaf,
juga dalam Kepengurusan YPI Tembalang (Pembina, Pengurus dan Pengawas)
dilakukan pencampuran antara personal-personal Dewan Da’wah di Pusat dengan
personal personal eks Pembina dan Pengurus Yayasan Pangeran Diponegoro dan
Yayasan Sultan Trenggono yang berdomisili di Semarang, khususnya
personal-personal dalam jajaran Pengurus dan Pengawas.
Pada periode Juli 2013- Juli 2018 dan periode Juli 2018-Juli 2023, Ketua
Pengurus adalah Dr. Eng. Ahmad Widodo, MT. yang bersomisili di Semarang. Maka
sebagai Wakil Ketuanya adalah Dr. H. Misbach Malim, M.Sc. (Wafat 2022) yang
berdomisili di Jakarta dan saat itu berkedudukan sebagai Ketua Bidang Pembinaan
dan Pemberdayaan Daerah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. Demikian juga
Sekretaris YPI Tembalang adalah Dr. Mukhammad Kusyanto, ST., MT yang
berdomisili di Semarang, sedangkan Wakil Sekretaris diamanahkan kepada Harri
Sumarsono yang berdomisili di Jakarta dan berkedudukan sebagai anggota Badan
Wakaf Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Pusat.
Adapun sebagai Ketua Pengawas YPI Tembalang adalah Drs. Avid Solihin
yang berdomisili di Jakarta dan waktu itu sebagai Wakil Sekretaris Umum Dewan
Da’wah Islamiyah Indonesia. Sedangkan salah satu anggota Pengawasnya adalah Dr.
Suharnomo, SE., yang berdomisili di Semarang.
Demikian juga pada periode 2023-2028, Ketua YPI Tembalang adalah Drs.
Avid Solihin, MM. yang berdomisili di Jakarta dan berkedudukan sebagai
Sekretaris Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Pusat. Maka sebagai Wakil
Ketua diamanahkan kepada Dr. Mukhammad Kusyanto, ST., MT yang berdomisili di
Semarang. Hal tersebut dimaksudkan sebagai upaya untuk menunjukkan bahwa YPI
Tembalang adalah lembaga yang terintegrasi secara moral dan ideologis dengan
Dewan Da’wah yang fokus pada penyelenggaraan pendidikan, walaupun secara
notarial masing-masing merupakan badan hukum sendiri-sendiri.
Pada periode 2023-2028 dilakukan terobosan baru, khususnya sejak 1 Juli
2025 dengan menempatkan kepala kepala sekolah (KB/TK, SD Islam, dan SMPTQ
Pangeran Diponegoro) sebagai pengurus Yayasan. Ustadz Rendy Cahya Perdana,
sejak 2023 diamanahi sebagai Sekretaris YPI Tembalang, dan sejak 1 Juli 2025
melepaskan posisinya Sebagai Kepala SMPTQ Pangeran Diponegoro. Ibu Hj. Dewi
Widayanti, SH., SPd, terhitung tanggal 1 Juli 2025 melepaskan jabatannya sebagai
Kepala SD Islam Pangeran Diponegoro yang kemudian diamanahi sebagai Bendahara
Yayasan. Dan Ibu Hj. Sarikem, SPd. juga melepaskan jabatannya dan diamanahi
sebagai Ketua Bidang Usaha YPI Tembalang. Tujuannya adalah untuk regenerasi
dalam rangka mempersiapkan kader-kader muda yang tangguh yang siap memajukan
sekolah-sekolah yang ada di lingkungan YPI Tembalang, sehingga sekolah-sekolah
yang ada di lingkungan YPI Tembalang bisa menjadi lebih maju, lebih unggul dan
lebih berkualitas lagi.
Tujuan YPI Tembalang adalah menyiapkan kader kader muda melalui penyelenggaraan pendidikan integral berdasarkan Al Quran dan As-Sunnah dengan pemahaman yang shohihah berdasarkan iman dan taqwa untuk melahirkan pribadi-pribadi yang unggul yang siap menghadapi “tantangan” globalisasi. Untuk memandu dalam mewujudkan cita-cita tersebut maka disusunlah buku panduan ini.
Sekolah di
bawah naungan YPIT antara lain :
1. KB-TK Islam
Pangeran Diponegoro berdiri sejak 1988
2. SD Islam Pangeran
Diponegoro berdiri sejak 2005
3. SMP Tahfizhul
Qur’an Pangeran Diponegooro berdiri sejak 2020