Dauroh Al-Qur’an SD 2025 “Menyemai Penghafal Al Qur’an Dengan Metode Menyenangkan”
Kegiatan menghafal Al-Qur’an merupakan salah satu upaya mulia dalam menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap kitab suci serta membentuk karakter yang berakhlak mulia. Di luar lingkungan sekolah, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan spiritual yang lebih fleksibel dan mendalam, sehingga peserta didik dapat menghafal dengan suasana yang nyaman, terarah, dan berkesinambungan.
Tahun ini SD Islam Pangeran Diponegoro mengadakan Dauroh Al-Qur’an selama empat hari berturut-turut yaitu pada hari Selasa - Jum’at, 04-07 November 2025 yang bertempat di Grasia Convention Semarang. Adapun pesertanya dari kelas 2 sampai 6 dengan rincian sebagai berikut 90 Peserta (kelas 2 – 4) yang tergabung dalam sesi 1, 117 Peserta (kelas 5) sesi 2, 112 Peserta (kelas 6) sesi 3. Para peserta Dauroh tampak antusias dan semangat terlihat dari raut wajah mereka yang berbinar.
Yang sudah bisa ikut Dauroh Al Qur’an ialah semua siswa yang sudah masuk di Kelas Program Takhassus yaitu sebuah program di SD Islam Pangeran Diponegoro yang berisi siswa para penghafal Al Qur’an di mana syarat ikut program tersebut siswa harus sudah lulus EBTAQ (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Qiraati).
Tujuan
umum “Dauroh Al-Qur’an” yaitu menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an, agar
peserta semakin mencintai dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup
sehari-hari, menguatkan komitmen terhadap Al-Qur’an, mendorong peserta untuk
menjaga hafalan, memperbaiki bacaan, dan istiqamah dalam muroja’ah,
meningkatkan kualitas tilawah dan tahfizh, membina bacaan sesuai kaidah tajwid
dan mempercepat capaian hafalan dengan metode intensif, membentuk karakter
Qur’ani,
menanamkan akhlak dan nilai-nilai yang bersumber dari Al-Qur’an dalam sikap,
perkataan, dan perilaku, membangun kebersamaan dan semangat berjamaah,
melatih kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam suasana spiritual
dan edukatif.
Menurut
ketua panitia Ustadzah Tutik Mukholifah,
AH menjelaskan bahwa” tujuan khusus kegiatan ini untuk
mempercepat penyelesaian target hafalan per ¼ juz, tahsin peserta, persiapan
ujian tahfiz dan menumbuhkan rasa percaya diri sebagai penjaga Al-Qur’an (ḥāfiẓ
kecil)”. Beliau juga menambahkan bahwa para astidz dan asatidzah yang terlibat
dalam Dauroh ini terbagi menjadi tiga
sesi. sesi 1 ada 11 guru, sesi 2 ada 13 guru dan sesi 3 ada 13 guru. Jadi
kegiatan ini terstruktur dengan baik dengan roundown acara berkualitas
dan dikemas dengan metode cara yang menggembirakan.
Dalam
sambutannya, Kepala Sekolah SD Islam Pangeran Diponegoro Ustadz Khoiril Basyar,
S.H.I., S.Pd., menyampaikan bahwa Dauroh Al-Qur’an merupakan kegiatan
penting untuk mengasah dan menguatkan hafalan siswa. Selain fokus pada aspek
tahfizh al Qur’an, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar
bersosialisasi di lingkungan luar sekolah dengan tetap menjaga etika dan adab
sebagai pelajar Qur’ani. Beliau juga menegaskan pesan motivatif yang menjadi
ruh kegiatan kali ini, yaitu ungkapan “Man Jadda Wa Jada” — Barangsiapa
yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Dengan semangat itu, beliau
mengajak seluruh peserta untuk percaya pada kemampuan diri, berusaha dengan
sungguh-sungguh, dan yakin bahwa usaha yang dilakukan dengan ikhlas akan
membuahkan hasil terbaik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin mencintai Al-Qur’an, menjaga hafalan dengan istiqamah, dan meneladani nilai-nilai akhlak Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.